News

INPEX Tambah Empat Sumur Di Blok Masela

24 Mei 2013

Ambon – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), INPEX Masela Ltd., akan melakukan pengeboran tiga sumur delineasi, yaitu Abadi-8, Abadi-9, Abadi-10, dan satu sumur eksplorasi yakni Berkat-1 mulai Juni 2013. Pengeboran dilakukan untuk mendapatkan data geologi, reservoir, dan teknik pengeboran dalam rangka mengoptimalkan tahap pengembangan Lapangan Gas Abadi, serta untuk mengeksplorasi prospek Lapangan Berkat.

“Kegiatan berlangsung selama 10 bulan,” kata Manager Communication & Relations INPEX, Alfred Menayang di Ambon (24/5).

Kegiatan pengeboran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan survey dan pemboran yang telah dilakukan oleh INPEX pada tahap eksplorasi. Sebelumnya, kegiatan survey seismik 2D dilakukan pada tahun 1999, yang dilanjutkan dengan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi, Abadi-1 pada tahun 2000, dimana INPEX berhasil menemukan Lapangan Gas Abadi. Pada tahun 2001 diadakan kegiatan survey seismik 3D, yang dilanjutkan dengan kegiatan pengeboran tahap kedua dengan dua sumur delineasi, Abadi-2 dan Abadi-3 pada tahun 2002. Setelah melakukan berbagai kajian, pada tahun 2007-2008 kembali diadakan kegiatan pengeboran tahap ketiga dengan empat sumur delineasi, Abadi-4, Abadi-5, Abadi-6, dan Abadi-7.

Sebelumnya, SKK Migas dan INPEX telah melakukan sosialisasi pengeboran di Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) pada Rabu, 22 Mei 2013. Sosialisasi dihadiri Bupati MTB, Bitzael S. Temmar dan Kepala Urusan Operasi, Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Sutjipto.

Sutjipto memaparkan Pemerintah Indonesia telah mencanangkan tahun 2013 sebagai tahun pengeboran. Kegiatan usaha hulu migas di wilayah Propinsi Maluku ini dilakukan sebagai upaya mendukung program tersebut dalam rangka peningkatan produksi migas nasioanal. Bitzael S. Temmar menyambut baik sosialisasi yang dilakukan. Harapannya, dapat diperoleh gambaran yang lebih gamblang mengenai proyeksi kerja INPEX Masela guna pengambilan kebijakan selanjutnya demi peningkatan kesejahteraan semua pihak.

Blok Masela yang dioperasikan oleh KKKS INPEX Masela Ltd. terletak di lepas pantai, yaitu di Laut Arafura sekitar 155 km arah Barat Daya kota Saumlaki, dan sisi Selatan Blok Masela tepat pada perbatasan perairan Indonesia – Australia. Jarak terdekat dari sumur yang akan dibor adalah sekitar 85 km dari ujung Selatan Kepulauan Tanimbar. Kegiatan pengeboran yang akan dilakukan berada jauh dari kawasan konservasi dan tidak bersilangan dengan jalur pelayaran. Adapun kedalaman laut di sekitar lokasi kegiatan pemboran berkisar antara 500 sampai 800 meter, selanjutnya pemboran keempat sumur tersebut akan dilakukan sampai kedalaman sekitar 4,000 meter dari dasar laut.

INPEX merupakan salah satu pionir dalam kegiatan eksplorasi lepas pantai di Indonesia, yang merupakan kegiatan penuh resiko, padat modal dan padat teknologi. “Melalui kegiatan pengeboran tahap keempat ini, INPEX berharap dapat mempersiapkan realisasi rencana pengembangan Blok Masela secara lebih terperinci dan berkelanjutan,” jelas Alfred. Pemerintah telah menyetujui rencana pengembangan Blok Masela tahap pertama dengan menggunakan konsep Kilang LNG Terapung berkapasitas 2.5 MTPA. (ACU)

Peserta berfoto bersama usai sosialisasi pengeboran blok Masela di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.