News

Pimpinan SKK Migas Dilantik Untuk Tingkatkan Kinerja Organisasi

8 Pebruari 2013

Jakarta – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini melantik jajaran Pimpinan dan sejumlah pejabat di struktural organisasi untuk semakin meningkatkan kinerja dalam mengejar target produksi minyak dan gas bumi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Pimpinan SKK Migas yang dilantik hari ini adalah Wakil Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko, Deputi Pengendalian Perencanaan Aussie B. Gautama, Deputi Pengendalian Operasi Muliawan, Deputi Pengendalian Keuangan Akhmad Syakhroza, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Gerhard Marteen Rumesser, Deputi Pengendalian Komersial Widhyawan Prawiraatmadja, Sekretaris Gde Pradnyana dan Pengawas Internal Priyo Widodo. Selain Pimpinan, pejabat SKK Migas yang dilantik adalah 5 Tenaga Ahli dan 49 Kepala Divisi/Setingkat.

“Seluruh personil pada organisasi SKK Migas, baik di jajaran pimpinan maupun pejabat di bawahnya, berasal dari dalam SKK Migas sendiri, karena para pejabat ini lah yang paling mengetahui nyawa dan nafas organisasi. Saya juga melakukan rotasi pada sebagian dari saudara, karena saya juga ingin lebih mendekatkan saudara pada keahlian yang saudara miliki. Dengan kata lain, saya berusaha menerapkan orang pada posisi yang tepat,” kata Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dalam acara pelantikan di kantor SKK Migas, Jumat (08/02).

Rudi menegaskan tugas di masa depan tidak mudah. “Kita memiliki target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang harus diselesaikan. Target jangka pendek adalah berusaha mencapai target produksi tahun 2013 dan tahun 2014. Sesuai arahan Pemerintah, pada tahun 2014 produksi minyak harus menyentuh angka 1 juta barel.”

Sementara pencapaian target jangka menengah adalah pencapaian target produksi minyak tahun 2015 yang rata-rata harus mencapai 1 juta barel. Dalam Perhitungan teknis saya, pencapaian target ini dimungkinkan terlaksana apabila kita berhasil meningkatkan kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan mengawal proyek-proyek dapat dilaksanakan tepat waktu.

Sementara Pada jangka panjang, SKK Migas dituntut untuk meningkatkan cadangan, utamanya cadangan minyak yang selama beberapa tahun belakangan ini mulai menurun. Upaya ini akan dillakukan SKK Migas untuk mendukung ketersediaan energi di masa yang akan datang.

“Untuk mencapai target tersebut, saudara sekalian dituntut membuat terobosan teknis dan manajemen. Saudara harus berani menyusun rule of tumb agar proses persetujuan Kontraktor KKS dapat berjalan dengan cepat namun tetap efektif, sehingga saudara memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pengawasan, tidak terjebak pada beban pekerjaan yang ada di meja saudara,” katanya.

Sesuai Perpres No.9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, pimpinan lembaga ini terdiri dari Kepala, Wakil Kepala, Sekretaris Pimpinan, Pengawas Internal dan Deputi. Sekretaris Pimpinan akan berfungsi seperti Sekjen di Kementrian, tugasnya mengurus rumah tangga lembaga. Sementara Unit Pengawas Internal berfungsi seperti Irjen di Kementrian, bertugas mengawasi dan mengukur kinerja lembaga, agar semua proses dan keputusan yang ditetapkan, sesuai dengan standar Good Corporate Governance.

Bidang pemasaran ditingkatkan fungsinya menjadi Deputi komersial yang bertugas selain mengurusi berbagai hal yang terkait dengan penjualan minyak dan gas bumi, bidang ini juga memiliki divisi yang bertugas mengevaluasi keekonomian lapangan yang telah diproduksikan. Dengan demikian, pada saat suatu wilayah kerja berakhir masa kontraknya, SKK Migas memiliki evaluasi yang lengkap tentang kinerja wilayah kerja tersebut dan dapat memberi masukan yang komprehensif kepada pemerintah mengenai kelanjutan pengelolaannya.

“Proses penyusunan organisasi baru ini telah dimulai sejak saya dilantik, berkoordinasi dengan Kementrian ESDM. Dan akhirnya, kemarin Menteri ESDM telah menetapkan organisasi baru, setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi Pengawas,” kata Rudi.

Secara keseluruhan organisasi SKK Migas mengalami perampingan, utamanya di tingkat Kepala Dinas dan Kepala Subdinas untuk memenuhi tuntutan publik yang menginginkan efisiensi di organisasi baru ini. Salah satu contoh perampingan adalah penggabungan Divisi Pemeliharaan dan Divisi Manajemen Proyek di Bidang Pengendalian Operasi. Karena kedua organisasi ini mengurusi proyek, maka demi efisiensi dijadikan dalam satu komando, di bawah Deputi Pengendalian Operasi. “Saya juga menginginkan agar proses bisnis di organisasi ini berjalan dengan baik. Oleh karena itu Divisi Akutansi yang sebelumnya menangani masalah-masalah terkait keuangan Kontraktor KKS dan internal, akan kembalikan ke fungsi asalnya, yaitu mengurus masalah akutansi Kontraktor KKS. Sementara masalah keuangan internal akan diurus oleh Divisi Internal.

Daftar Pejabat Baru SKK Migas