News

Polisi dan TNI Dukung Pengamanan Fasilitas Migas Di Kaltim

15 Januari 2013

Balikpapan – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur dan Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi dalam pengamanan fasilitas minyak dan gas bumi (migas) yang ada di wilayahnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Anas Yusuf dan Panglima Kodam Mulawarman, Mayor Jenderal Dicky W. Usman yang secara terpisah ditemui Kepala Perwakilan SKMIGAS Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Ngatijan di Balikpapan, pada Senin (14/1).

“Migas adalah obyek vital nasional yang pengamanannya perlu didukung penuh,” kata Anas.

Dia menjelaskan, banyak pihak yang belum paham mengenai industri hulu migas. Oleh karena itu, SKMIGAS dan kontraktor kontrak kerja sama diminta tidak bosan memberikan informasi terbaru terkait operasional migas di Kaltim.

Hal senada diungkapkan Dicky. Menurutnya, masih banyak pihak-pihak yang belum memahami keberadaan industri hulu migas. Salah satunya, anggapan migas dikuasai asing. Untuk itu, perlu adanya informasi yang jelas dan secara transparan disampaikan kepada pejabat daerah dan masyarakat agar dapat memahaminya. “Berikan sosialisasi secara berkelanjutan,” katanya.

Ngatijan berterima kasih atas dukungan yang diberikan aparat keamanan dan militer selama ini. “Kelancaran industri ini ditopang oleh faktor keamanan. Keterlibatan Polda dan TNI sangat diperlukan,” katanya.

Dia mengatakan, permasalahan industri migas saat ini kian kompleks dengan hadirnya perusahaan tambang batu bara dan perkebunan. Hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan berkaitan penggunaan lahan jalur pipa migas, terkadang menjadi penghambat. Padahal, industri hulu migas menyumbang 30 persen pendapatan Negara, sehingga perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. (WEN)

Rombongan SKK Migas berfoto bersama dengan Pangdam Mulawarman, Mayjen Dicky W. Usman (tengah) usai kunjungan kehormatan di Balikpapan, Kaltim.