News

Produksi Minyak Mulai Naik

20 April 2013

Jakarta – Produksi minyak nasional mulai naik sejak awal tahun, rata-rata produksi minyak bulan Maret 2013 berhasil mencapai 840.000 barel per hari sementara rata-rata produksi minyak pada kuartal pertama tahun ini telah mencapai 830.900 barel per hari. Keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan semua pemangku kepentingan di Industri hulu migas Indonesia.

Jika dibandingkan dengan angka produksi pada hari terakhir Desember tahun 2012 yang sebesar 825.000 barel per hari maka SKK Migas telah berhasil menahan laju penurunan produksi hingga mencapai nol persen atau zero decline bahkan cenderung meningkat.

“Normalnya produksi minyak akan terus mengalami penurunan jika tidak ada usaha atau upaya untuk menahan laju penurunan produksi. Pada akhir tahun 2012 produksi minyak nasional sebesar 825.000 barel per hari dan normalnya produksi minyak akan mengalami penurunan alamiah hingga mencapai 15 persen. Saat ini kita telah berhasil menaikkan produksi,” ujar Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini di Jakarta, Jumat (18/04).

Keberhasilan mencapai zero decline dalam tiga bulan pertama merupakan keberhasilan dan kerja keras bersama semua pemangku kepentingan baik KKKS, masyarakat, Pemerintah Daerah, Kementrian Kordinator Perekonomian, Kementrian ESDM, Kementrian Kehutanan juga dukungan dari DPR dan DPRD serta semua pihak terkait lainnya.

Untuk itu Kepala SKK Migas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan para mitra kerja atau KKKS yang telah mencapai dan melampaui target yang direncanakan sesuai Persetujuan WP&B 2013 serta berhasil mengatasi gangguan atau meminimalisasi gangguan produksi. “Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku kepentingan juga kontraktor kontrak kerja sama yang telah membantu memenuhi target yang disepakati didalam WP&B tahun ini”.

Sejumlah KKKS yang berhasil melampaui target produksi pada kuartal pertama tahun ini antara lain ConocoPhillips lebih tinggi 20% dari target didalam Work Program and Budget (WP&B), VICO Indonesia berhasil lebih tinggi 6%, CNOOC SES Ltd lebih tinggi 5%, PHE ONWJ lebih tinggi 4% dan Total E&P Indonesia lebih tinggi 2%. Sementara Mobil Cepu Ltd berhasil memenuhi target yang telah disepakati didalam WP&B.

Dalam tiga bulan pertama, ConocoPhillips Indonesia berhasil mencapai produksi minyak sebesar 36.084 barel per hari dari target WP&B sebesar 30.100 barel minyak per hari, VICO Indonesia berhasil mencapai produksi minyak sebesar 14.661 barel per hari dari target WP&B sebesar 13.800 barel per hari, produksi minyak CNOOC SES Ltd berhasil mencapai 35.469 barel per hari dari target 33.488 barel per hari, PHE ONWJ berhasil mencapai 37.918 barel minyak per hari dari target 36.406 barel per hari dan Total E&P Indonesie berhasil memproduksi minyak sebesar 69.627 barel minyak per hari dari target sebesar 67.990 barel minyak per hari. Sementara Mobil Cepu Ltd berhasil mencapai produksi sebesar 24.580 barel minyak per hari dari target 24.452 barel per hari.

“Kami berharap pencapaian target produksi pada kuartal berikutnya hingga akhir tahun tidak lebih rendah dari yang direncanakan, untuk itu para kontraktor kontrak kerjasama diharapkan mengidentifikasi hambatan operasi yang menyebabkan tidak tercapainya target serta segera membuat rencana tindak lanjut upaya meningkatkan kinerja sistem aliran fluida produksi migas,” tegasnya.

Selain itu, kontraktor kontrak kerja sama juga diminta segera melakukan upaya strategis melalui kegiatan pemboran, workover dan well services guna menahan laju penurunan produksi dan atau meningkatkan produksi eksisting.