News

SKK Migas Gelar Workshop Pengadaan Tanah

2 Mei 2013

Makassar – SKK Migas bersama kontraktor KKS wilayah Papua Barat dan Maluku menggelar workshop implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kegiatan selama dua hari itu dibuka Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas, Gerhard M. Rumeser di Makassar, Selasa (30/4). Hadir sebagai narasumber perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Keuangan, dan akademisi Universitas Cendrawasih, Jayapura.

Gerhard menjelaskan, SKK Migas telah mencanangkan tahun 2013 sebagai tahun pengeboran. Tahun ini direncanakan dibor 258 sumur eksplorasi, 1.178 sumur pengembangan, dan work over 1.094 sumur. “Lokasi pengeboran itu sebagian besar berada didaratan, karenanya membutuhkan pengadaan tanah,” katanya.

Dengan euphoria otonomi daerah, jumlah Kontraktor KKS migas yang semakin banyak, dan meningkatnya penduduk, membuat proses pengadaan lahan semakin sulit. Permasalahan ketidaktersediaan lahan telah menjadi salah satu faktor tertundanya kegiatan pengeboran. “Dengan diterbitkannya UU Pengadaan Tanah yang baru, diharapkan semua pihak mendukung penyelenggaraan proses pengadaan tanah untuk kegiatan hulu migas,” katanya. (OLW)

Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, SKK Migas, Gerhard M. Rumeser (kiri) membuka workshop pengadaan tanah.