Pimpinan

Kepala SKK Migas

Rudi Rubiandini R.S. dilantik sebagai Kepala SKK Migas pada tanggal 16 Januari 2013 setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 14 Juni 2012. Nama Rudi Rubiandini sudah tidak asing bagi industri hulu migas. Peraih gelar Doktor Ingenieurs (Dr.-Ing) bidang teknologi minyak dan gas bumi dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman, ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BPMIGAS) dan Sekretaris Pimpinan pada lembaga yang sama. Jauh sebelum bergabung dengan BPMIGAS, Rudi Rubiandini telah lama dikenal sebagai konsultan berbagai proyek pengembangan lapangan minyak dan gas bumi, sebagai trainer pada berbagai kursus teknis bagi pekerja industri hulu migas dan narasumber pada berbagai seminar. Rudi telah membuat puluhan perangkat lunak (software) bidang keteknikan hulu migas dan menulis beberapa buah buku. Alumni Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), ini juga aktif membantu pemerintah antara lain sebagai Wakil Ketua Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) Departemen ESDM dan sebagai wakil ketua Tim Investigas Kecelekaan Migas. Pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962, ini juga memiliki pengalaman lapangan yang luas antara lain dalam menangani kejadian blowout pada beberapa lapangan migas di Indonesia.

Wakil Kepala SKK Migas

Johanes Widjonarko dilantik sebagai Wakil Kepala SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013. Sebelumnya dia menjabat sebagai Wakil Kepala pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau BPMIGAS (2012) dan sebagai Deputi Umum pada lembaga yang sama (2011). Pria kelahiran tahun 1962 ini menamatkan pendidikan Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Yogyakarta pada tahun 1988, kemudian meraih gelar Master Ilmu Administrasi Kebijakan Bisnis, Universitas Indonesia pada tahun 2001. Widjonarko memulai karirnya dengan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 1991. Selama bertugas di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Widjonarko terlibat secara aktif sebagai anggota tim dalam menyusun dan menyiapkan berbagai konsep Peraturan Perundangan, seperti penyusunan konsep Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu, Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang dapat dikembalikan dan perlakuan pajak penghasilan di bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (cost recovery), termasuk lebih dari tujuh tahun menyiapkan konsep kontrak kerja sama dan penawaran wilayah kerja migas. Sejak tahun 2007, bertanggung jawab untuk menyiapkan rumusan kebijakan sub sektor minyak dan gas bumi, diantaranya kebijakan alokasi gas bumi (Permen ESDM 03 tahun 2010), Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional, Neraca Gas Bumi Indonesia, kebijakan infrastrukur minyak dan gas bumi, konsep cadangan strategis, dan Blueprint Gas Bumi Nasional. Pada tahun 2011, Widjonarko juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Teknis Sektor ESDM untuk menyusun Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun 2011 – 2025.

Sekretaris SKK Migas

Gde Pradnyana dilantik sebagai Sekretaris SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013 setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS. Pria kelahiran Klungkung, Bali, 28 April 1960 ini, meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984. Gde kemudian melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar Master of Science in Ocean Engineering, University College London, pada tahun 1988 dan Doctor of Philosophy in Offshore Engineering, University of Oxford, pada tahun 1992. Pada tahun 2010, Gde mengikuti Program Pendidikan Reguler pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Selama 25 tahun lebih perjalanan karirnya di industri hulu minyak dan gas bumi, Gde telah berpengalaman menangani proyek-proyek penting, diantaranya proyek West Seno TLP, Kilang LNG Tangguh, serta Proyek Anjungan Kerisi dan North Belut.

Pengawas Internal

Priyo Widodo dilantik sebagai Pengawas Internal SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013. Lulusan Sarjana Akuntansi Universitas Gajah Mada (1985) dan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia (1994) telah berkiprah dalam bidang pengendalian keuangan industri hulu migas selama lebih dari 25 tahun. Di awal karirnya, Priyo bekerja pada Pertamina dengan jabatan terakhir sebagai Manajer Perhitungan Bagian Negara pada Direktorat Manajemen Production Sharing (Dit. MPS). Priyo kemudian melanjutkan karirnya pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) dari tahun 2003 sampai 2012. Dalam lembaga ini dia sempat menduduki beberapa jabatan, antara lain sebagai Kepala Divisi Pengendalian Finansial; Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran; dan Vice President Management Representative Pertamina EP Wilayah Timur. Sebagai Pengawas Internal SKK Migas, Priyo mempunyai tugas untuk melaksanakan pengawasan kepatuhan dan kinerja serta monitoring tindak lanjut pada SKK Migas.

Deputi Pengendalian Perencanaan

Aussie B. Gautama dilantik menjadi Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013 setelah bekerja sebagai tenaga ahli konsep eksplorasi dan cadangan pada SKK Migas (sebelumnya BPMIGAS). Aussie adalah lulusan Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung dan seorang geologis dengan pengalaman lebih dari tiga puluh tahun. Semenjak tahun 1982 sampai September 2012, Aussie bekerja pada TOTAL E&P INDONESIE dengan posisi terakhir sebagai Vice President Geosciences & Reservoir. Selama bekerja pada TOTAL E&P INDONESIE, Aussie terlibat dalam beberapa proyek pengembangan lapangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diantaranya adalah sebagai geologis di proyek Elmworth, Kanada; geologis senior pada Lapangan Tunu, Kalimantan Timur; dan Head 3G Studies di Proyek Egina, Preowei, Nigeria.

Deputi Pengendalian Operasi

Muliawan dilantik sebagai Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013. Alumni Teknik Tambang Eksplorasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Program Magister Manajemen dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini memiliki pengalaman panjang dalam bidang operasi kegiatan hulu migas, baik saat masih bekerja di Pertamina maupun saat bergabung dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS). Beberapa jabatan yang pernah dipegang oleh Muliawan di BPMIGAS antara lain Kepala Divisi Operasi Produksi dan Kepala Divisi Pengendalian Operasi. Muliawan telah mengikuti puluhan pelatihan terkait teknis operasi industri hulu migas baik di dalam maupun luar negeri.

Deputi Pengendalian Keuangan

Akhmad Syakhroza dilantik sebagai Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas pada tanggal 8 Februari 2013. Pria kelahiran Bengkulu, 30 November 1963. Lulus dari jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1987, melanjutkan Master bidang Accounting, Finance, and Information System dari Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat, lulus pada 1991, kemudian meraih Doktor bidang Organization Behavior and Management Accounting dari Faculty of Business and Public Management, Edith Cowan University, Perth, Australia pada 2001. Selain sebagai pengajar Fakultas Ekonomi, UI, Syakhroza sempat aktif sebagai auditor, konsultan sampai dengan komisaris audit perusahaan swasta.

Deputi Pengendalian Komersial

Widhyawan Prawiraatmadja ditunjuk sebagai Deputi Pengendalian Komersial pada 8 Februari 2013. Lahir di Bandung, 4 Agustus 1960, Widhyawan meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1987. Dia melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar Doktor bidang Ekonomi dari University of Hawaii pada tahun 2002. Selama lebih dari 25 tahun berkarir di sektor energi, Widhyawan pernah menjabat beberapa posisi eksekutif baik di badan usaha milik negara maupun perusahaan multinasional, diantaranya sebagai Country Executive for GE Energy Indonesia dan Senior Vice President for Corporate Planning, Business Development, and Transformation di PT PERTAMINA (Persero).

Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis

Gerhard M. Rumeser ditunjuk sebagai Deputi Umum SKK Migas melalui Keputusan Menteri ESDM No. 3136K/73/MEM/2012 pada tanggal 13 November 2012. Gerhard yang lahir di Magelang, 22 Maret 1956 ini meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1984. Gelar master bidang manajemen sumberdaya manusia diraihnya dari Rutgers State University, Amerika Serikat, pada tahun 1999. Selama lebih dari 20 tahun berkarir di industri hulu minyak dan gas bumi, Gerhard memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen sumber daya manusia, diantaranya pernah menjabat sebagai Country HR Manager pada BP Indonesia.