[email protected].go.id (+6221) 292-416-07

Dana ASR Migas Di Bank Nasional US$ 345 Juta

Mon, 11 February 2013 17:50 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Dana Abandonment dan Site Restoration (ASR) yang terkumpul hingga akhir Januari 2013 sebesar US$ 345 Juta. Dana tersebut tersimpan di tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Hal ini diungkapkan Deputi Pengendalian Keuangan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Akhmad Syakhroza saat silaturahmi dengan jurnalis di kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (11/2).

Dana ASR adalah sejumlah dana yang harus dicadangkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk membongkar fasilitas operasi perminyakan pada saat meninggalkan area wilayah kerja yang akan ditutup. Sejak tahun 2009, diterbitkan aturan yang mewajibkan dana tersebut disimpan di bank BUMN. "Tujuannya untuk meningkatkan efek berganda dari industri hulu migas, khususnya di sektor perbankan," katanya.

Berdasarkan data SKK Migas, BRI memegang 11 wilayah kerja (WK) dengan dana terkumpul sebesar US$ 110 juta, Bank Mandiri dengan 13 WK sebesar US$ 120 juta, dan BNI dengan 23 WK sebesar US$ 115 juta. Syakhroza menjelaskan, total kumulatif dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ASR dari 47 WK tersebut mencapai US$ 1,72 miliar. "Dana tersebut dicicil setiap tahun hingga mencapai biaya yang telah diestimasikan oleh konsultan independen," kata Syakhroza.

Dia mengakui beberapa KKKS belum bersedia menyediakan dana ASR dengan alasan tidak diatur di dalam kontrak kerja sama. "Kami terus koordinasi dan komunikasi dengan KKKS itu untuk mencari solusi," katanya. (ACU)

Top