Dukung Keberlanjutan Lingkungan, SKK Migas Targetkan Penanaman 1,65 Juta Pohon

Kantor Pusat Jakarta Berita KKKS Perwakilan Jawa, Bali & Nusa Tenggara

Thu, 31 March 2022 10:15 David Pratama

Home Berita


Jakarta – 28 Maret 2022. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mentargetkan dapat melaksanakan program penanaman pohon di tahun 2022 sebanyak 1,65 juta pohon. Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada kegiatan penanaman pohon mangrove di Banyu Urip Gresik yang merupakan daerah binaan Kontraktor kontrak Kerja Sama (KKKS) Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) sebagai bagian rangkaian kunjungan kerja di beberapa KKKS Jawa Timur (28/3).

Pengelolaan untuk memproduksi sumber daya migas dalam rangka mendukung perekonomian nasional tetapdalam sebuah koridor yang memperhatikan lingkungan dengan menerapkan konsep Triple Bottom Line, yaitu people, planet dan profit. SKK Migas dalam perencanaan strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 telah menjadikan lingkungan sebagai salah satu tujuan dalam mencapai target peningkatan produksi migas tahun 2030 dengan memastikan keberlanjutan lingkungan

“Renstra IOG 4.0, bahkan secara spesifik dalam Program Charter 6B telah memiliki program Low Carbon Initiative yang berisikan antara lain action plan untuk pengelolaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, zero flaring, menurunkan emisi kebocoran, penghijauan dan reforestration serta CCS/CCUS. Oleh karena itu, kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari SKK Migas dan industri hulu migas melakukan langkah nyata dalam penghijauan untuk kontribusi terhadap lingkungan berkelanjutan”, kata Dwi Soetjipto dalam sambutan acara tersebut.

Lebih lanjut Dwi menyampaikan bahwa target penanaman pohon di tahun 2022 ditetapkan lebih tinggi dan meningkat sebesar 35% dibandingkan capaian penanaman pohon tahun 2021 yang sebanyak 1,2 juta pohon. Hal ini merupakan komitmen yang luar biasa industri hulu migas yang memiliki stigam sebagai industri fosil penghasil emisi karbon, namun seiring paradigma baru untuk lebih mendukung keberlanjutan lingkungan, maka kegiatan penanaman pohon dalam upaya pemulihan lingkungan di sekitar wilayah operasi dan sekaligus menangkap emisi karbon.

“Dimasa depan sektor migas tetap akan terus memegang peranan penting untuk mendukung perekonomian nasional, seiring upaya-upaya meningkatkan produksi untuk mencapai target 2030 akan diikuti kegiatan untuk menurunkan atau meng-offset emisi karbon. Karena apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan legacy di masa depan”, terang Dwi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi menambahkan target penanaman pohon di sekitar wilayah operasi SIPL mencapai 50.000 pohon di tahun 2022. Diharapkan jumlah ini dapat pula menjadi target dari 10 KKKS yang berada di Jawa Timur, sehingga jika bisa direalisasikan maka ada potensi penanaman 500.000 pohon dari wilayah Jabanusa. “Jika komitmen yang sama bisa dilakukan di KKKS lain diseluruh Indonesia, maka target 1,65 juta penanaman pohon di 2022 akan bisa direaliasikan”, ujar Nurwahidi.

Pada kesempatan yang sama diacara penanaman mangrove tersebut, Kepala DInas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Mokh Najikh menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik sudah mencanangkan kawasan ekosistem esensial salah satunya di Ujung Pangkah yang berada di kawasan mangrove ada 3 desa 1,544 ha di Desa Pangkah Utara, Desa Pangkah Barat dan Desa Banyu Urip, yang mencakup 37 jenis mangrove dan 19 jenis burung dan diantaranya langka.

Lebih lanjut, Najikh menyampaikan ucapakan terima kasih atas nama Pemerintah dan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih atas dukungan SKK MIgas dan SAKA untuk menjaga lingkungan. Apa yang Pak Dwi hari ini, sekian tahun akan ada hasilnya untuk wisata dan penelitian. Saya menyampaikan pesan ke warga bagaimana dapat membuat tamu nyaman dan berlama-lama, sehingga akan semakin banyak pula manfaat yang diperoleh oleh warga

Pada kesempatan tersebut, Kepala SKK Migas bersama rombongan dan manajemen SIPL melakukan penanaman pohon mangrove serta melakukan kunjungan di area pembibitan mangrove yang kapasitas pembibitan mencapai 30.000 bibit pertahun. Bibit mangrove tidak hanya ditanam di area Mangrove Center di Ujung Pangkah, tetapi juga dibeli oleh berbagai perusahaan untuk program penghijauan di daerah-daerah lainnya.

TENTANG SKK MIGAS

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Top