Fasilitas Hulu Migas: Objek Vital Nasional

Sun, 15 September 2013 14:02 David Pratama

Home Berita

Yogyakarta- Semua fasilitas dan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) merupakan objek vital nasional karena sektor ini merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara Agus Kurnia dalam Sosialisasi MoU SKK Migas dengan Mabes Polri di Yogyakarta, Jumat (13/9).

“Sekitar 30 persen penerimaan negara berasal dari sektor hulu migas. Oleh karena itu pemerintah menetapkan segala fasilitas, bangunan termasuk kegiatan dalam rangka menghasilkan migas sebagai objek vital nasional," ujar Agus.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bagian Humas SKK Migas Elan Biantoro dan DIR Pamobvit Baharkam POLRI Brigjend. Pol. Natsir Achmad.

Elan mengatakan investasi yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) perlu mendapatkan jaminan dari aparatur Pemerintah yang bergerak dibidang keamanan supaya mereka dapat bekerja semaksimal mungkin dan industri ini tetap menjadi penggerak roda perekonomian di Indonesia.

“Situasi keamanan di Indonesia semakin baik, tetapi kami tidak menutup mata terhadap adanya gangguan di beberapa tempat di wilayah hulu migas. Gangguan atas kegiatan hulu migas akan mempengaruhi hasil dari migas itu sendiri. SKK Migas yang mengawasi kegiatan industri hulu migas mengajak POLRI untuk menjaga objek vital nasional dengan harapan akan memberikan implementasi dan mampu merancang kerja sama dalam sisi pengamanan,”ujar Elan.

Brigjend. Pol. Natsir Achmad menegaskan pentingnya pembinaan bagi petugas lapangan. “Untuk melaksanakan tugas pengamanan dan mengatasi gangguan di kegiatan industri hulu migas diperlukan pembinaan petugas di lapangan supaya mereka dapat menjelaskan kepada masyarakat, dapat memahami kendala-kendala dilapangan, serta dapat memahami karateristik masyarakat di setiap daerah," ujarnya (YOG).

Top