Industri Hulu Migas Dukung Pemanfaatan LNG untuk Pembangkit Listrik

Wed, 06 November 2013 14:17 David Pratama

Home Berita

Jakarta—Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan industri hulu migas mendukung sepenuhnya pemanfaatan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk pembangkit listrik dalam negeri. Pasokan LNG untuk pembangkit listrik ini akan membantu pemerintah mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang digunakan untuk pembangkit listri PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Selama ini sudah 22 kargo LNG dimaanfaatkan untuk sektor kelistrikan. Pasokan ini berasal dari Blok Mahakam dan diterima oleh fasilitas regasifikasi yang dioperasikan oleh PT Nusantara Regas. Pada tahun 2013, SKK Migas telah menginstruksikan untuk memasok 2 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh di Papua," ujar Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.

Dia menambahkan bahwa pasokan LNG untuk kelistrikan melalui fasilitas PT Nusantara Regas telah menjadi komitmen bersama SKK Migas dan Kementerian ESDM.

“Komitmen SKK Migas adalah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas domestik terutama untuk mendukung program pemerintah mengurangi pemakaiaan BBM bersubsidi. Pada masa mendatang akan semakin banyak LNG yang siap dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, sekarang menjadi tantangan bagi setiap pemilik yang akan membangun fasilitas regasifikasi LNG baik di Laut dan Darat untuk dapat menyelesaikan proyek tepat waktu” ujarnya.

Widjonarko menambahkan penyelesaian proyek pembangunan fasilitas terminal regasifikasi yang tepat waktu akan semakin meningkatkan kredibilitas pembeli LNG Indonesia di mata produsen LNG.

Pasokan 2 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh didasarkan pada surat instruksi dari menteri ESDM. Instruksi tersebut meminta industri hulu migas menyediakan 5 kargo LNG dari Kilang LNG Tangguh untuk pasokan domestik. Akan tetapi, dari 5 kargo yang disediakan, ternyata domestik hanya mampu menyerap 2 kargo.

Dua kargo LNG ini akan digunakan untuk pembangkit listrik milik PLN di Muara Tawar dan Muara Karang setelah sebelumnya diregasifikasi di fasilitas PT Nusantara Regas. Satu kargo LNG yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik muara tawar dijalankan melalui proses pertukaran gas (swap gas) antara gas dari PGN dan Nusantara Regas. Melalui mekanisme swap gas tersebut, pemenuhan kebutuhan gas untuk pembangkit Muara Tawar berasal dari gas PGN yang melalui jalur pipa South Sumatera West Java (SSWJ). Sedangkan konsumen PGN yang selama ini menerima pasokan gas dari pipa transmisi SSWJ akan menerima pasokan gas pengganti dari pasokan gas alam cair yang diregasifikasi pada fasilitas milik PT Nusantara Regas.

Satu kargo LNG lainnya direncanakan dimanfaatkan oleh PT PLN (persero) untuk pemenuhan kebutuhan gas di pembangkit listrik Muara Karang. Keberadaan fasilitas regasifikasi terapung (FSRU) Jawa Barat yang dikelola oleh PT Nusantara Regas diharapkan dapat menjamin ketersediaan gas untuk kebutuhan kelistrikan dan industry di Jawa Barat ke depannya.

Melalui pemanfaatan LNG oleh PLN tersebut diharapkan terjadi penghematan subsidi BBM oleh PLN bisa mencapai Rp. 3,6 Miliar per hari.

Top