Pekerja Perempuan Hulu Migas Bagikan Inspirasi di Universitas Cenderawasih

Perwakilan Papua & Maluku

Tue, 30 April 2019 09:25 David Pratama

Home Berita

Jayapura-Empat orang pekerja perempuan industri hulu migas mengisi sharing session bertajuk Kiprah Pekerja Perempuan pada Industri Hulu Migas yang diselenggarakan Selasa (30/4) di Migas Center, Universitas Cenderawasih (Uncen). Acara yang diselenggarakan dengan kerja sama antara Uncen, SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku, Kontraktor KKS dan Cenderawasih Oil and Gas Club ini mencoba meningkatkan pengetahuan puluhan mahasiswi yang menjadi peserta sekaligus memompa semangat mereka untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Pembantu Rektor IV Universitas Cenderawasih,Fredrik Sokoy, S. Sos, M.Si, mengatakan acara yang diselenggarakan dalam nuansa peringatan Hari Kartini tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswi-mahasiswi Uncen untuk melakukan refleksi atas tokoh sejarah tersebut. “Kartini dikenal bukan karena warna kulitnya, tetapi karena pemikiran dan kiprahnya. Kita berharap adik-adik di Papua bisa mengambil pelajaran dari beliau untuk kemudian berkiprah di tanah Papua ini,” ujar Fredik.

Sesi pertama kegiatan diisi dengan pengenalan industri hulu migas yang disampaikan oleh Spesialis Perencanaan SKK Migas Heidy Josephine. Dikatakannya, industri hulu migas Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang terutama di wilayah timur. “Bagaimana wajah industri hulu migas kita ke depan sebenarnya sangat tergantung kepada kita hari ini. Migas yang kita nikmati hari ini pun sebenarnya merupakan hasil kerja yang dilakukan di masa lalu,” ujar Heidy.

Sesi kedua acara diisi dengan sharing session oleh empat pekerja perempuan.Selain Heidy, tiga pembicara lainnya adalah Reni Oktivia, HR Manager Pertamina EP Asset 4, Nine Novisundarie, Head of Strategy and Engagement, Petrogas (Basin) Ltd, dan Nancy Marau, Education Program Coordinator LNG Tangguh, BP Indonesia. Masing-masing pekerja tersebut berbagi pengalaman masing-masing sekaligus menyuntikkan banyak semangat kepada mahasiswi Uncen.

Heidy mengatakan bahwa industri hulu migas memiliki rantai proses yang sangat panjang dan melibatkan berbagai disiplin ilmu yang tidak melulu terkait langsung dengan perminyakan. “Di semua lini hulu migas, kesempatan berkiprah bagi pekerja perempuan terbuka” ujarnya.

Nine yang banyak berkecimpung dalam program pengembangan sumber daya manusia mengingatkan mahasiswi Uncen untuk punya tujuan dalam setiap fase kehidupan termasuk saat kuliah. “Di saat semua terasa berat, tujuan inilah yang menjadi pegangan kita untuk tetap melangkah maju,” ujarnya.

Reni yang banyak menerima pertanyaan dari mahasiswi tentang bagaimana supaya bisa bekerja di Pertamina mengingatkan para mahasiswi Uncen untuk aktif berorganisasi sekaligus belajar memecahkan masalah yang dihadapi organisasi tersebut. “Saat seseorang bisa belajar memecahkan masalahbersama, di situ mereka belajar tentang leadership,” ujarnya.

Nancy juga menekankan kepada mahasiswi untuk terus membangun keahlian, pengalaman dan juga jaringan atau networking. “Kita harus terus berinvestasi di diri kita sendiri. Investasi ini hasilnya akan kita petik bertahun kemudian,” ujarnya. Dia juga mengingatkan untuk tidak mudah menyerah. “Saat kita memfokuskan diri kita untuk terus mencoba dan berjuang tanpa peduli perkataan orang lain, kita akan mencapai hasil yang melebihi ekspektasi,” ujarnya.

Acara diskusi seperti ini diharapkan akan terus berlanjut di masa depan terutama dengan keberadaan migas center di Uncen. Migas Center Universitas Cenderawasih yang diresmikan September tahun lalu sebuah fasilitas di perpustakaan Uncen yang diharapkan dapat menjadi pusat diskusi, interaksi dan pengembangan informasi berkaitan dgn minyak dan gas. Dipilihnya perpustakaan sebagai lokasi migas center karena sesuai denganfungsi perpustakaan yaitu tempat mengumpulkan infomasi,melestarikan dan menyimpan informasi dan menyebarkan informasi dan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Top