Pemerintah Tawarkan 18 Wilayah Kerja Migas

Tue, 17 September 2013 14:05 David Pratama

Home Berita

Sebanyak 18 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi putaran I tahun 2013 ditawarkan. Pemerintah mengundang investor yang memiliki kemampuan keuangan dan teknologi untuk ikut berpartisipasi. Wilayan kerja migas yang ditawarkan ini terdiri dari dua WK migas yang ditawarkan melalui reguler tender dan 16 WK migas melalui penawaran langsung atau joint study.

Pengambilan dokumen penawaran untuk reguler tender dilakukan mulai 16 September 2013 hingga 23 Januari 2014. Pemasukan dokumen partisipasi tanggal 27 Januari 2014. Sedangkan pengambilan dokumen untuk penawaran langsung, mulai 16 September 2013 hingga 30 Oktober 2013. Pemasukan dokumen partisipasi tanggal 31 Oktober 2013.

Informasi lebih lanjut mengenai penawaran WK migas 2013, dapat menghubungi Sekretariat Tim Penawaran WK Migas/Ruang Pelayanan Investasi Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Gedung Plaza Centris lantai 1, Jl HR. Rasuna Said Kav B-5, Jakarta Selatan 12910. (ACU)

Wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui tender reguler adalah:

1. Blok East Seringapatam, offshore Nusa Tenggara Timur

2. Blok East Abadi, offshore Maluku

Wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung adalah:

1. Blok Palmerah Baru, onshore Sumatra Selatan & Jambi

2. Blok Sakti, offshore Jawa Tengah & Jawa Timur

3. Blok North Madura II, offshore Jawa Timur

4. Blok North East Madura VI, offshore Jawa Timur

5. Blok Anugerah, offshore Jawa Timur

6. Blok East Bontang, onshore-offshore Kalimantan Timur

7. Blok North Adang, offshore Makasar Strait

8. Blok South Sulawesi I, offshore Sulawesi Barat & Selatan

9. Blok South Sulawesi II, offshore Sulawesi Selatan

10. Blok South East Sulawesi I, offshore Sulawesi Tenggara & Tengah

11. Blok South East Sulawesi II, offshore Sulawesi Tenggara

12. Blok West Abadi, offshore Maluku

13. Blok Yamdena, offshore Maluku

14. Blok South Aru, offshore Maluku

15. Blok Bird’s Head, offshore Papua

16. Blok Merauke, onshore Papua

 

Top