PENGIRIMAN MINYAK CHEVRON SUDAH NORMAL

Fri, 08 February 2013 17:42 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Pengiriman minyak mentah yang diproduksi oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) melalui jalur pipa Balam – Bangko – Dumai, Riau telah kembali normal sejak pagi hari ini.

Sebelumnya, pipa pengiriman minyak Banko ke Dumai terbentang sepanjang 76 kilometer tersebut bocor di lokasi depan kantor Kepala Desa Pematang Ibul, Jalan Raya Bangko – Dumai, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

"Produksi yang terkirim dari jalur Balam-Bangko-Dumai sudah 58.000 barel per hari dari normal 50.000 barel per hari, jadi sudah mulai menguras minyak yg ada di tangki penampung," ujar Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Hadi Prasetyo di Jakarta, Jumat (08/02).

Produksi dan transportasi di area lain sudah berjalan normal. Sehingga produksi minyak CPI yang terangkut ke Dumai sudah mencapai 327.000 barel per hari," jelasnya.
Terkait dengan masalah sosial-ekonomi, proses pembersihan tumpahan minyak sudah berjalan dimana sebanyak 7 rumah yang rusak dan ada di jalur pipa (right of way / ROW) akan diganti. Penduduk juga akan dipindahkan keluar dari jalur pipa.

Diperkirakan jumlah minyak yg sempat tumpah kurang dari 100 barel karena penanganan yang cepat, hanya 15 menit dari sejak kejadian dan clamp sudah terpasang dalam waktu sekitar 5 jam.

Produksi minyak dari PT Chevron Pacific Indonesia tidak terganggu akibat bocornya pipa di jalur pengiriman minyak dari Bangko ke Dumai, Riau yang terjadi kemarin, Selasa (05/02) karena tidak ada sumur minyak yang dimatikan, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan didalam Rencana Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget / WP&B) tahun 2013.

SKK Migas sudah mengirimkan tim khusus untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan agar dapat melihat lokasi kejadian secara langsung serta melakukan investigasi bersama tim dari Chevron Pacific Indonesia sehingga dapat diketahui dengan pasti penyebab bocornya pipa pengiriman minyak mentah tersebut.

Pipa penyalur berdiameter 30" tersebut bocor dan mengalami tumpahan minyak pada jam 10.00 WIB, Selasa (05/02) namun telah selesai diperbaiki serta dilakukan pembersihan di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB sehingga mulai hari, Rabu (06/05) proses pemompaan telah kembali dilakukan secara bertahap dari stasiun pengumpul.

Top