Produksi Migas Bunyu Meningkat, Program Gas Kota dan CNG Siap Direalisasikan

Fri, 05 April 2013 11:12 David Pratama

Home Berita

Tanjung Selor – Tren produksi migas di Field Bunyu yang meningkat membuat Pertamina EP Asset 5 Field Bunyu dan Pemerintah Kabupaten Bulungan siap merealisasikan program gas kota dan compressed natural gas (CNG) di Pulau Bunyu. Produksi Migas yang dihasilkan dari Field Bunyu baru-baru ini meningkat dari sekitar 5.000 barel per hari menjadi sekitar 7.000 barel per hari untuk minyak, sedangkan untuk gas produksi mencapai kisaran angka delapan juta kaki kubik per hari.

Produksi gas yang dihasilkan hingga saat ini digunakan untuk menyuplai kebutuhan operasi dan kebutuhan pembangkit listrik PLN Bunyu dan PLN Tarakan. Dari seluruh gas yang digunakan tersebut ternyata masih cukup banyak gas yang belum dimanfaatkan, terdapat 1,5 juta kaki kubik per hari. "Gas tersebut diputuskan digunakan untuk program gas kota dan CNG di Pulau Bunyu," kata Field Maneger Pertamina EP Field Bunyu, Suyitno Salindeho di Tanjung Selor, kemarin.

City Gas merupakan program Pemerintah Kabupaten Bulungan bekerjasama dengan Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field. Program ini memanfaatkan flare gas yang dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat Bunyu. Jika program ini terealisasi, masyarakat Bunyu dapat menikmati gas untuk kebutuhan rumah tangga tanpa perlu menggunakan tabung gas elpiji.

Dia menjelaskan, Pertamina EP pada Maret lalu telah menyampaikan komitmen secara tertulis kepada Bupati Bulungan Budiman Arifin untuk menyuplai gas sebesar 0,5 MMSCFD untuk City Gas ini, sehingga diharapkan program City Gas dapat segera direalisasikan.

Program lain yang siap direalisasikan adalah CNG. Pertamina EP bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan dengan memanfaatkan flare gas untuk dapat diproses menjadi Bahan Bakar Gas (BBG). Untuk kemudian digunakan sebagai bahan bakar perahu nelayan pulau bunyu, sebagai penganti Bahan Bakar Minyak (BBM).

Potensi masyarakat Bunyu yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan merupakan alasan mengapa program ini digadang sebagai program CSR unggulan di Field Bunyu. BBG dinilai jauh lebih murah dan ramah lingkungan sehingga akan sangat membantu kegiatan operasional para nelayan.

Dengan adanya program gas kota untuk masyarakat dan CNG untuk nelayan ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan taraf hidup baik untuk para nelayan maupun masyarakat di Bunyu pada umumnya. Masyarakat dapat pula memanfaatkan gas kota untuk kebutuhan yang lebih produktif selain kebutuhan rumah tangga, seperti UMKM dan home industry. "Ini adalah komitemen kami, dimana produksi migas yang Pertamina hasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar" tandas Suyitno. (DAN)

Top