PRODUKSI MINYAK TIDAK TERGANGGU BOCORNYA PIPA CHEVRON

Thu, 07 February 2013 17:39 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Produksi minyak dari PT Chevron Pacific Indonesia tidak terganggu akibat bocornya pipa di jalur pengiriman minyak dari Bangko ke Dumai, Riau yang terjadi kemarin, Selasa (05/02) karena tidak ada sumur minyak yang dimatikan sehingga diharapkan rata-rata produksi minyak nasional juga akan tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan didalam Rencana Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget / WP&B) tahun 2013.

Pipa pengiriman minyak Banko ke Dumai terbentang sepanjang 76 kilometer yang dibangun sejak tahun 1970 tersebut bocor di lokasi depan kantor Kepala Desa Pematang Ibul, Jalan Raya Bangko – Dumai, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokah Hilir, Riau.

"Produksi minyak tetap dapat berjalan dengan normal karena tidak ada sumur minyak yang dimatikan. Bocornya pipa pengiriman minyak kemarin hanya mengganggu proses pengiriman minyak mentah dari Bangko ke Dumai. Hasil produksi minyak harian ditampung di tangki-tangki penampungan minyak selama masa perbaikan pipa yang bocor kemarin sehingga produksi berjalan dengan normal," ujar Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradnyana di Jakarta, Rabu (06/02).

SKK Migas sudah mengirimkan tim khusus untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan agar dapat melihat lokasi kejadian secara langsung serta melakukan investigasi bersama tim dari Chevron Pacific Indonesia sehingga dapat diketahui dengan pasti penyebab bocornya pipa pengiriman minyak mentah tersebut.

Pipa penyalur berdiameter 30" tersebut bocor dan mengalami tumpahan minyak pada jam 10.00 WIB, Selasa (05/02) namun telah selesai diperbaiki serta dilakukan pembersihan di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB sehingga mulai hari, Rabu (06/05) proses pemompaan telah kembali dilakukan secara bertahap dari stasiun pengumpul. Diharapkan besok pagi kondisi pemompaan minyak ke terminal Dumai akan normal kembali.

Masyarakat yang kebetulan sedang berada di sekitar kejadian dan terkena cipratan minyak mentah akibat bocornya pipa tersebut sudah ditangani dengan baik oleh tim dari Chevron. Dari 7 orang yang terkena cipratan minyak, sebanyak 4 orang diperbolehkan langsung pulang sementara 3 orang dibawa ke rumah sakit terdekat pada hari Selasa (05/02) menggunakan helikopter dan dua orang langsung diperbolehkan pulang karena kondisinya tidak mengkhawatirkan. Sementara satu orang yang dirawat di rumah sakit telah kembali ke rumah sejak hari ini, Rabu (06/02).

"Hari ini seluruh masyarakat yang terkena cipratan minyak sudah kembali ke rumah masing-masing. Untuk selanjutnya pihak Chevron akan membantu masyarakat untuk membersihkan rumah-rumah yang terkena cipratan minyak mentah. Pihak Chevron telah menyatakan akan bertanggungjawab terhadap semua dampak yang terjadi dan mereka telah melakukan penanganan dengan baik dan cepat atas kejadian dan dampak dari bocornya pipa tersebut," ujar Gde Pradnyana.

Kronologis Penanganan Kebocoran Pipa Bangko – Dumai :

Status 5 Februari 2013 :

• Pada tanggal 5 Februari 2013 sekitar pukul 10.00 pagi, PT CPI menerima laporan kebocoran pada pipa penyalur minyak 30’’ (PKM4500) arah Bangko menuju Dumai di depan kantor kepala desa Pematang Ibul, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir.

• PT. CPI dan SKK Migas segera menyatakan kondisi darurat operasi dan segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan terutama untuk mengatasi dampak kecelakaan ini kepada masyarakat sekitar serta untuk menghentikan tumpahan minyak, memperbaiki pipa yang bocor dan pembersihan lokasi kejadian.

• Prioritas utama PT CPI dan SKK Migas adalah memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian pipa bocor. Segera setelah kejadian, PT CPI telah membawa 7 (tujuh) orang penduduk yang terkena siraman minyak mentah ke klinik PT CPI untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.

• Kepastian penyebab kejadian dan volume minyak mentah yang tumpah masih dalam tahap penyelidikan pihak PT. CPI dan SKK Migas. PT CPI merasa prihatin dengan kejadian kecelakaan pipa bocor ini dan akan bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi.

• PT CPI dan SKK Migas secara rutin melakukan inspeksi dan perawatan jaringan pipa, di antaranya pengecekan melalui sistem pigging untuk membersihkan dan mendeteksi ketebalan pipa, memasang selubung di titik-titik yang penting, dan program penggantian pipa.

Status Terakhir (6 Februari 2013, jam 18.00):

• Pekerjaaan perbaikan pipa dengan pemasangan clamp sudah selesai dilakukan sekitar pukul 23.00 tanggal 5 Februari 2013.
• Tidak ada penghentian produksi dari sumur-sumur minyak di lapangan. Produksi dari sumur-sumur tersebut disimpan di dalam tangki-tangki yang berada di stasiun-statsiun pengumpul. Pengiriman minyak ke Terminal Dumai tertunda sampai kondisi normal kembali.
• Saat ini sedang dilakukan pemompaan kembali secara bertahap dari setiap stasiun pengumpul. Diharapkan besok pagi kondisi pemompaan minyak ke terminal Dumai akan normal kembali.
• Ketujuh orang penduduk yang terkena sirman minyak mintah tekah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan di Klinik CPI Bangko dan Rumah Sakit CPI Duri.

Top