SKK Migas Apresiasi Kinerja Eksplorasi Kontraktor KKS

Wed, 03 July 2013 12:49 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan apresiasi kepada para kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) yang telah berhasil menunjukkan kinerja eksplorasi dan kepatuhan terhadap komitmen KKS, termasuk keberhasilan dalam penemuan hidrokarbon.

Berdasarkan penilaian terhadap 113 Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi yang telah berumur tiga tahun atau lebih, terpilih lima kontraktor KKS masuk dalam kategori emas dan enam kontraktor KKS dalam kategori Hijau. Penghargaan diserahkan oleh Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini kepada pimpinan kontraktor KKS di kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (3/7).

"Langkah ini upaya implementasi sistem reward and punishment kepada kontraktor secara terukur," kata Rudi.

Menurutnya, dengan banyaknya kendala yang dihadapi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di lapangan, pemenuhan komitmen pasti hingga penemuan hidrokarbon, serta tahap pengembangan lapangan menjadi sesuatu hal yang mahal. Butuh upaya kerja keras, komitmen tinggi, dan teknologi dari kontraktor untuk mencapainya, tentunya dengan dukungan penuh SKK Migas dan stakeholder terkait.

Dia meminta kepada kontraktor yang belum melaksanakan komitmen untuk mempercepat upaya meningkatkan kinerja di wilayah kerjanya agas lolos dari sistem punishment berdasarkan ketentuan Kontrak Kerja Sama (KKS). Punishment yang dapat diberikan, antara lain pinalti pengembalian sebagian wilayah kerja, membayar sejumlah nilai tertentu kepada Pemerintah yang disebabkan kegagalan melakukan pengeboran eksplorasi, hingga rekomendasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk terminasi wilayah kerja.

Sebelum menerapkan punishment tersebut, SKK Migas memonitor kinerja setiap tahun dan memberikan peringatan-peringatan untuk mengingatkan sedini mungkin tentang hal-hal yang menjadi outstanding dan konsekuensi dari outstanding tersebut. Rudi menjelaskan, apabila hingga maksimal tiga kali peringatan, Kontraktor KKS belum menunjukkan perbaikan kinerjanya, mau tidak mau SKK Migas harus menjalankan fungsinya sebagai pengawas kontrak kerja sama dengan menerbitkan punishment tersebut. "Kita tidak bisa berlama-lama berurusan dengan perusahaan yang belum siap, karena bangsa Indonesia sudah menunggu apa kontribusi kita untuk peningkatan produksi migas," kata Rudi.

Selain pemberian penghargaan sebagai reward, SKK Migas berupaya secara intensif dan kompehensif di semua lini untuk mendukung percepatan komersialitas WK Eksplorasi ke WK Eksploitasi yang ditandai dengan rekomendasi dan persetujuan rencana pengembangan lapangan pertama (POD I). SKK Migas akan mengalokasikan waktu dan energi yang lebih besar sebagai skala prioritas untuk menangani dan mengawal WK yang potensial. "Tujuan dari kegiatan eksplorasi adalah menemukan cadangan migas baru, untuk kemudian diproduksikan," katanya. (ACU)

 

Top