SKK Migas Fasilitasi Keinginan Kalteng Dapat PI

Tue, 03 September 2013 13:53 David Pratama

Home Berita

Palangkaraya – Pemerintah Kalimantan Tengah mengharapkan dapat terlibat dalam pengelolaan Blok Bangkanai yang saat ini dioperasikan Salamander. Keinginan mendapat participating interest (PI) 10 persen untuk blok Bangkanai, disampaikan pada pertemuan Wakil Gubernur Kalteng Achmadiran dengan Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan-Sulawesi, Ngatijan, dan manajemen Salamander, di kantor Gubernur Kalteng, Palangkaraya, akhir Agustus lalu.

Achmadiran mengatakan pihaknya berminat untuk mendapatkan hak PI di blok Bangkanai. Untuk itu, ada beberapa informasi yang perlu diketahui mengenai mekanisme serta syarat yang harus dipenuhi guna mendapat PI tersebut.

Keinginan pemerintah provinsi Kalteng mendapat apresiasi positif dari Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan-Sulawesi, Ngatijan. SKK Migas mencoba memberikan informasi sekaligus menjadi fasilitator terhadap keinginan Kalteng.

PI diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 34 dan Pasal 35 menyebutkan, Partisipasi Interes Indonesia (Indonesian Participant Interest) adalah 10 persen Partisipasi Interes yang wajib ditawarkan oleh Kontraktor kepada Badan Usaha Milik Daerah ("BUMD") yang ditunjuk oleh Pemda atau Perusahaan Nasional Indonesia ("PNI") yang ditunjuk oleh Menteri ESDM, setelah usulan POD I disetujui oleh Menteri ESDM.

Ngatijan menjelaskan, dalam memperoleh PI dibutuhkan penyertaan dana yang cukup besar. Keuntungan yang didapat juga tidak bisa cepat. "Butuh waktu beberapa tahun kedepan," katanya.

Pada kesempatan itu, Ngatijan juga menyampaikan perkembangan terbaru kegiatan kontraktor kontrak kerja sama yang beroperasi di Kalimantan Tengah, beberapa kendala yang dihadapi, serta rencana sosialisasi kegiatan hulu migas kepada para stakeholder. (DAN)

Top