SKK Migas Kalsul – Pangdam Mulawarman Sukses Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Tue, 25 June 2013 12:46 David Pratama

Home Berita

Balikpapan–Guna memelihara pengamanan obyek vital nasional migas dan meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan, SKK Migas Kalimantan-Sulawesi menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan kepada stakeholder pemerintah provinsi dan kabupaten dan KKKS yang beroperasi di Kalimantan –Sulawesi. Kegiatan ini, mendatangkan Pangdam VI Mulawarwan Mayjen TNI Dicky W. Usman, S.IP., M.Si. sebagai nara sumber. Sesi khusus ini berlangsung di sela Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Operasional Migas dan CSR KKKS , Kamis (20/6).

Dalam paparan Dicky, saat ini demokrasi dan sekat otonomi daerah sering disalahartikan, sehingga dapat menggerus nilai-nilai kebersamaan bangsa yang dapat menghambat tujuan pembangunan yang lebih besar untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pola pikir kedaerahan yang sempit saat ini menurutnya masih banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga penyelenggarannya melupakan 4 pilar berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. "Setiap warga negara dan penyelenggara pemerintah harus selalu menjalankan semangat nilai-nilai luhur 4 pilar ini" tutur Dicky.

Ditambahkannya pula, hadirnya industri migas yang menjadi obyek vital negara jangan diartikan sebagai milik daerah tertentu. Sehingga semangat otonomi yang keliru bukan menjadikan investasi berjalan baik namun terganjal lantaran pemerintah daerah mempersulit proses izin yang diharapkan.

"Di industri migas semua kegiatan produksinya adalah obyek vital nasional, maka tidak boleh ada yang mengganggu ataupun menghambat. TNI akan bersinergi dan siap membantu mengamankan obyek vital tersebut, silahkan semua pihak bekerja dengan baik" ujar Dicky. Kedepan, Pangdam berharap sikap mental gotong royong dan saling bekerjasama antar pemerintah daerah dan pusat dapat menjadi sandaran bersama, sehingga pilar pilar berbangsa dan bernegara dapat terus kokoh terpelihara.

Topik wawasan kebangsaan yang diangkat SKK Migas Kalsul disambut penuh antusias oleh lebih dari 200 peserta yang memadati Ruang Ball Room Hotel Blue Sky. Seorang peserta mengungkapkan betapa kuatnya rasa kebangsaan dari masyarakat Kalimantan yang letaknya berbatasan dengan negara Malaysia. "Meski perbandingan kemajuan disana mencolok, tapi Garuda tetap di dada kami" ungkap Camat dari Nunukan. Tanggapan yang sama diungkap peserta dari KKKS. "Materi bela negara seperti ini sudah langka, sehingga tidak heran semua yang hadir tergugah rasa nasionalismenya, sampai muncul dukungan terhadap wajib militer" ujar Yonathan dari KKKS –VICO Indonesia.

Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi Ngatijan mengungkapkan pihaknya memberikan pemahaman pada stakeholder didaerah operasional industri migas Kalimantan –Sulawesi, hal ini agar semua pihak menyadari pentingnya industri migas ini sebagai penopang pendapatan negara. Melalui sinergi dan mengerti peran sektor migas bagi semua pihak, diharapkan akan memudahkan proses eksplorasi dan pengeboran yang dicanangkan SKK Migas.

"Melalui sosialisasi ini, kami harapkan semua pihak menyadari bahwa industri hulu migas adalah kegiatan nasional yang mengemban misi kebangsaan yang terus dijalankan oleh pemerintah. Kami berharap stakeholder daerah memiliki pemahaman yang sama sehingga tejalin kerjasama yang saling mendukung dengan KKKS yang sedang giat melaksanakan eksplorasi dan produksi."ujar Ngatijan.

Dengan lancarnya kegiatan eksplorasi diharapkan dapat menambah cadangan migas negara. Selain itu, jika dapat dikembangkan pada tingkat produksi, pemerintah daerah dan masyarakat akan mendapatkan manfaat positif dan dana bagi hasil. (DAN)

Top