SKK Migas Perwakilan Pamalu melakukan Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas, Kepada Calon Penyuluh Komunikasi Migas di Kabupaten Sorong

Perwakilan Papua & Maluku

Thu, 26 September 2019 09:17 David Pratama

Home Berita


SKK Migas Perwakilan Pamalu bekerja sama dengan Yayasan Kitong Bisa memberikan motivasi dan materi pengenalan industri hulu migas kepada sekitar 200 pemuda pemudi milenial asli Papua yang berasal dari ring 1 wilayah operasi hulu migas Kabupaten Sorong.

Dalam upaya untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam ikut berpartisipasi dan menjaga kegiatan hulu migas di daerah daerah operasional migas, dilakukan fasilitasi pertemuan untuk mensosialisasikan kegiatan hulu migas, guna menciptakan informasi yang berimbang hasil dan dampak positif dari kegiatan migas.

Dalam rangkaian kegiatan untuk persiapan pemilihan Duta Komunikasi migas nantinya, juga diberikan pelatihan kepemimpinan dan kepercayaan diri ini diberi tajuk Mengenali Potensi Alam Kita dan diikuti pemuda dan pemudi berusia 18-35 tahun yang berasal dari Distrik Klamono, Distrik Seget, dan Distrik Salawati. Topik yang diisi berisi cukup lengkap, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, inovasi, dan kreatifitas membuat inisiatif-inisiatif yang membangun di masyarakat.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Pamalu dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai kegiatan hulu migas di wilayah Pamalu. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa potensi migas di wilayah Pamalu masih sangat menjanjikan. Namun sayangnya, kegiatan eksplorasi dan Produksi di wilayah ini masih minim karena besarnya tantangan untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan Produksi migas di kawasan ini. Melalui kegiatan ini, pemuda-pemudi peserta pelatihan yang berasal dari ring 1 wilayah operasi ini diharapkan dapat menjadi duta atau ambassador yang membantu menjelaskan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang kondusif, juga diisi materi dari Kontraktor KKS MontD’or Salawati Ltd.

Kegiatan ini juga sempat dikunjungi oleh Asisten Sekda 2 dan Asisten sekda 3 serta Staf Khusus Bupati Kab Sorong disambut baik oleh mereka dan juga peserta pelatihan. “Saya sudah menunggu lama kesempatan yang sangat jarang seperti ini, karena yang dibutuhkan oleh pemuda-pemudi Papua adalah hal-hal positif seperti ini, oleh sebab itu, ketika diumumkan ada pelatihan ini , saya langsung mendaftarkan diri”, Ujar Steven Osok, salah satu peserta training.

Lain halnya dengan Michael Kambu, yang masih berstatus Mahasiswa di Manokwari menyatakan harapannya agar kegiatan-kegiatan membangun ini, dapat diperbanyak. “Mungkin kalau training dan pelatihan seperti ini lebih banyak lagi ada di Papua Barat, maka anak-anak Muda Papua akan semakin kreatif, semangat, dan inovatif untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan”

Acara ini diorganisasi oleh Kitong Bisa, sebuah organisasi swadaya masyarakat asli Papua yang berfokus kepada Pendidikan dan pelatihan anak-anak asli Papua. Dimana CEO dari Kitong Bisa, Billy Mambrasar, merupakan salah satu tokoh masyarakat yang ikut terundang dalam acara mediasi masyarakat Papua dengan Bapak Presiden RI, di Istana Negara yang lalu. Sebagai Informasi tambahan Billy Mambrasar pernah bekerja sebagai salah satu pekerja enginneer BP LNG Tangguh.

Lain halnya dinyatakan oleh Alan Ambrauw, Project Officer dari Kitong Bisa yang juga menjabat sebagai Manajer Program Pelatihan ini menyatakan bahwa tujuan utamanya memang ingin meningkatkan keahlian dan keterampilan anak-anak asli Papua agar dapat lebih kreatif dan kompetitif kedepannya.

“Sebagai anak Papua, saya ingin mengadakan kegiatan ini untuk menginspirasi teman-teman lain, agar dapat terlibat penuh dengan potensi dan bakatnya untuk ikut membangun daerah kita”, Ujar lulusan Universitas Papua Manokwari, yang saat masih mahasiswa adalah aktifis kampus.

Kitong Bisa, adalah sebuah Lembaga Pendidikan pro-bono yang telah memiliki 9 cabang pusat belajar di Papua dan Papua Barat, di kelola oleh 158 relawan yang sebagian besar adalah anak asli Papua, memberikan Pendidikan kepada 1,100 peserta didik secara informal. Pendirinya adalah Isaskar Mambrasar, seorang yang telah lebih dari 30 tahun mengabdikan dirinya untuk mengajar dan mendidik anak-anak asli Papua di Pulau Yapen, Provinsi Papua.

Kitong Bisa sendiri merupakan bagian dari Gerakan Papua Muda Inspiratif, yang baru diinisiasi oleh 23 Pemuda -pemudi Papua Berprestasi, salah satunya adalah Billy Mambrasar. Anggota-anggota Papua Muda Inspiratif tersebar di berbagai negara di dunia, seperti Amerika, Inggris, dan Kanada. Sebagian besar dari mereka juga saat ini sedang berada dan berkarya di Papua dan Papua Barat.

Gerakan Papua Muda Inspiratif ini baru saja diinisiasi pada awal bulan September 2019, dan akan turut mengambil bagian dalam penyelenggaraan konferensi Internasional Pendidikan Papua di Los Angeles, pada akhir tahun ini. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini, dan mendukung dibentuknya banyak start up dan Silicon Valley di Indonesia timur, yang akan digerakan oleh Pemuda-pemudi asli Papua yang inspiratif.

Top