SKK Migas setujui dua POD Tahap II Untuk Tingkatkan Produksi dan Maksimalkan Penerimaan Negara

Fri, 01 February 2013 17:35 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mempercepat proses persetujuan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi dalam rangka peningkatan produksi, belum genap sebulan telah disetujui dua rencana pengembangan lapangan minyak dan gas tahap kedua oleh Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dengan jumlah Penerimaan Negara yang akan diterima sebesar US$2,32 miliar atau sekitar Rp22 triliun selama masa produksi.
Dua proyek pengembangan lapangan tahap kedua yang telah ditandatangani Kepala SKK Migas adalah pengembangan tahap kedua lapangan Jangkrik North East di Blok Muara Bakau dengan operator ENI Indonesia dan pengembangan lapangan MBH dan MDA di Blok Offshore Madura Strait dengan operator Husky CNOOC Madura Limited.

Dari kedua lapangan yang akan mulai berproduksi pada tahun 2015 – 2016 tersebut diharapkan akan ada tambahan produksi gas sebesar 265 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang juga akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas domestik. Lapangan Jangkrik North East di Muara Bakau akan memproduksi gas sebesar 145,5 juta kaki kubik per hari sementara Lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura akan memproduksi gas sebesar 120 juta kaki kubik per hari.

"Sesuai dengan tuntutan masyarakat dan juga investor yang ingin percepatan proses maka telah kami setujui dua persetujuan pengembangan lapangan tahap kedua yaitu pengembangan lapangan tahap kedua di lapangan Jangkrik di Blok Muara Bakau dan pengembangan lapangan tahap kedua di lapangan MBH dan MDA. Kami berharap hal ini dapat mempercepat peningkatan produksi dan menahan laju penurunan produksi minyak dan gas," ujar Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini saat melakukan silahturahmi dengan para wartawan di kantornya, Jumat (1/02).

Untuk pengembangan Lapangan Jangkrik North East dibutuhkan investasi sebesar US$1,4 miliar yang pada awalnya akan ditanggung oleh Kontraktor. Dari hasil pengembangan lapangan ini Pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara sebesar US$1,14 miliar selama masa produksi. Sementara dari Lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura dibutuhkan investasi sebesar US$396,9 juta yang juga akan ditanggung kontraktor pada awalnya. Dari hasil pengembangan Lapangan MBH dan MDA, Pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara sebesar US$1,18 miliar.

"Kami akan terus berupaya memaksimalkan Penerimaan Negara dari pengelolaan lapangan-lapangan minyak dan gas untuk sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat sesuai dengan amanat dalam UUD 1945," jelasnya.

Rudi mengatakan persetujuan pengembangan lapangan tahap kedua yang diberikan semata-mata hanyalah dengan tujuan agar memberikan kesejahteraan kepada seluruh Rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. (DWI)

Top