SKK Migas Targetkan Produksi Minyak Tak Turun

Thu, 14 February 2013 17:55 David Pratama

Home Berita

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan laju penurunan produksi minyak pada tahun ini hanya sebesar 0,2 persen. Upaya yang dilakukan dengan menggiatkan pengeboran pengembangan, work over, well service dan optimasi fasilitas yang didukung oleh perubahan struktur didalam organisasi. "Tanpa melakukan kegiatan apapun, laju penurunan produksi minyak pada tahun ini diperkirakan mencapai 21 persen," kata Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini saat membuka Rapat Kerja SKK Migas 2013 di Jakarta, Kamis (14/2).

Dia menjelaskan, untuk produksi gas diharapkan dapat meningkat 4,2 persen. Tanpa kegiatan apapun untuk menahan laju penurunan, produksi gas tahun ini akan turun sebesar 20 persen. Pada tahun 2012 laju penurunan produksi minyak bisa ditahan menjadi 4,7 persen. Tahun sebelumnya ditahan sebesar 4,5 persen. Sementara laju penurunan produksi gas pada 2012 sebesar 3,1 persen dan tahun 2011 sebesar 5 persen.

Untuk mewujudkan upaya-upaya tersebut maka dibentuk antara lain divisi survei dan pengeboran dan divisi pengawasan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development). Semua hal tesebut dibentuk untuk penajaman fokus agar bisa menahan laju penurunan produksi minyak dan gas dan menambah cadangan untuk pencapaian target jangka panjang.

"Dalam operasi perminyakan, salah satu hal yang paling utama adalah pengeboran. Tanpa adanya pengeboran maka mustahil akan ada penambahan produksi minyak untuk menahan laju penurunan produksi atau meningkatkan produksi gas karena itu aktivitas pengeboran akan kita tingkatkan," ujarnya.

Dia berharap tahun 2013 menjadi tahun kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung pencapaian target kinerja hulu migas. Harapan tersebut muncul karena terdapat sejumlah hambatan yang berpotensi mengganggu penambahan cadangan baru dan pencapaian target produksi minyak dan gas Nasional tahun ini. Untuk mencapai target produksi minyak dan gas tahun 2013, harus dilakukan kegiatan Pengeboran sumur pengembangan, work over dan kepastian proyek dapat direalisasikan tepat waktu. Namun masih terdapat hambatan antara lain pengadaan rig, perijinan, pembebasan lahan, evaluasi G&G, menunggu kepastian pembeli yang membuat proyek terhenti, masalah formasi dan masalah cuaca sebesar.

Sementara dalam melakukan kegiatan eksplorasi yang akan memberikan dampak realisasi produksi pada 10 – 15 tahun mendatang terdapat juga hambatan-hambatan antara lain masalah ijin dan pembebasan lahan, masalah proses pengadaan, jadwal rig, persiapan lokasi, evaluasi Geologi dan Geofisika dan lain-lain. Untuk mengatasi kendala eksternal, Rudi mengharapkan bantuan dari semua pihak terkait. "Kami sangat butuh bantuan dari semua pihak," ujarnya. (DWI)

Top