SKK Migas Tekan Gangguan Keamanan

Thu, 28 February 2013 10:41 David Pratama

Home Berita

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) beserta kontraktor kontrak kerja sama, dan Kepolisian RI (Polri) berkomitmen menekan gangguan keamanan di sektor hulu migas pada tahun 2013.

Berdasarkan data SKK Migas, gangguan keamanan pada 2012 sebanyak 1.389 kejadian. Jumlah ini turun dibanding tahun 2011 sebanyak 1.633 kasus. Gangguan yang terjadi antara lain, unjuk rasa, ancaman dan sabotase, penghentian kegiatan operasi, serta pencurian peralatan migas.

"Gangguan keamanan tersebut memengaruhi produksi migas," kata Kepala Bagian Humas, SKK Migas, Elan Biantoro saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Teknis Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit), Polri, di Jakarta, Kamis (28/2).

Elan mencontohkan, pencurian minyak mentah Pertamina EP yang terjadi di jalur pipa Tempino dan Plaju, serta jalur pipa Prabumulih-Plaju. Sekitar 6.000 barel minyak dicuri dengan ilegal tapping sepanjang tahun lalu. "Lebih dari 50 persen gangguan keamanan memang terjadi di Sumatera bagian selatan," katanya.

Dengan alasan tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir kejadian, khususnya pencurian minyak ilegal. Contohnya, meningkatkan sistem pengamanan internal seperti penambahan personil, meningkatkan frekuensi patroli dan penambahan infrastruktur. Penyuluhan dan sosialisasi terpadu juga diintensifkan. "Kami juga menurunkan posisi pipa menjadi 1,5 meter di bawah tanah agar tidak mudah dilakukan ilegal tapping," katanya.

SKK Migas berharap bantuan pengamanan yang lebih intensif dari kepolisian agar gangguan keamanan dapat ditekan, sehingga mengurangi terjadinya kerugian. Perlu tindakan tegas dan terukur melalui proses hukum terhadap pelaku. (ACU)

 

Top