Statoil Halmahera dan BP West Aru Siap Lakukan Eksplorasi di Indonesia Timur

Wed, 30 January 2013 17:33 David Pratama

Home Berita

Jakarta– Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Statoil Halmahera II Ltd dan BP West Aru Ltd siap melakukan survei seismik sebagai bagian kegiatan eksplorasi pada blok yang mereka tangani di kawasan timur Indonesia. Kantor perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Papua dan Maluku bersama kedua kontraktor KKS tersebut melakukan sosialisasi mengenai kegiatan eksplorasi ini kepada pemerintah daerah pada masing-masing wilayah.

SKK Migas dan Statoil Halmahera II Ltd. Melakukan kunjungan kerja ke wakil gubernur Maluku Utara, Selasa (22/1), dan wakil bupati Halmahera Tengah, Rabu (23/1). Dalam kunjungan ini, Statoil menyampaikan rencananya untuk melakukan survei seismik 2D laut pada pertengahan 2013 sebagai bagian dari kegiatan eksplorasi mereka di Blok Halmahera II. Survei ini akan dilakukan pada lintasan sepanjang 5800 kilometer persegi.

SKK Migas dan Kontraktor KKS BP West Aru Ltd juga melakukan sosialisasi kegiatan eksplorasi kepada pemerintah provinsi Maluku, Selasa (29/1). BP West Aru Ltd. berencana melakukan kegiatan survei seismik 3D laut yang juga akan dilakukan pada pertengahan 2013. Survei pada lintasan sepanjang 9000 kilometer persegi ini akan dilakukan di wilayah kerja migas Blok West Aru I dan West Aru II yang terletak di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya dan Kota Tual.

Kepala Perwakilan SKKMIGAS Wilayah Papua dan Maluku, Yoseph R. Karundeng menyampaikan bahwa sosialisasi kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh kedua kontraktor KKK ini merupakan sarana yang tepat untuk menyamakan persepsi mengenai kegiatan hulu migas. Kegiatan eksplorasi memerlukan waktu yang panjang, antara enam sampai sepuluh tahun, untuk memastikan adanya cadangan migas yang ekonomis serta memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan hidup dan kaidah-kaidah keteknikan yang benar guna menghindari dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di daerah sangat diharapkan agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa terlaksana dengan baik dan berhasil menemukan cadangan migas baru yang prospek dan ekonomis sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah dan masyarakat sekitar," ujarnya. (OLW)

 

Top